Fazzy! Jangan iseng dong! Basah nih celanaku.." Keluh Mizzy. "Sorry kak, sengaja.." Canda Fazzy. Hanny melihat saudara kembarnya sambil tertawa. "Sudah-sudah, kita makan dulu yuk. Lapar nih" Ajak Hanny. Mereka pun makan bersama dengan menu hidangan yang seharusnya ada di hari raya Idul Fitri ini, yaitu opor ayam dan ketupat. Kitayang di momentum Idul Fitri kemarin sempat melaksanakan sholat hari raya di masjid secara berjamaah, pada lebaran Idul Adha 2021 ini belum tentu bisa melakukan hal yang sama. Cerpen Idul Adha Menyentuh Tentang Sandal dan Keset Kaki Masjid; Puisi Idul Adha 1442 H yang Menyentuh Hati; Pantun Semangat dan Lucu Idul Adha; Cerita Tentang Washilah- Bicara tentang idul fitri atau hari lebaran, pasti yang terbayang adalah tampilan dan makanan yang istimewa. Tapi, seperti apakah sunah tentang adab hari raya? Yuk simak berikut ini: 1.Mandi. Yaps, saat hari raya disunahkan untuk mandi sebelum melaksanakan Salat Id, bahkan ada yang berpendapat seperti mandi janabah. Demikianlahcerita pendek tentang Idul Adha di atas. Sedikit kita ulik, sebenarnya cerpen di atas mengurai fenomena tentang berbagai jenis orang dalam beribadah di dunia. Ada sebagian dari mereka yang sudah istiqomah, ada yang masih setengah jalan, ada yang ibadahnya hanya dan jika sempat, bahkan ada yang ibadahnya hanya Idul Fitri dan Idul Adha saja. CeritaLiburan Idul Fitri Dalam Bahasa Inggris ke-2. My Eid al-Fitr Experience. A few months back was Ramadan 1439 H and I was so excited. As usually, I woke up early to get myself ready for Eid prayer that would be started at 07.00 am. I did the dawn prayer, took bath, and had a bit breakfast before went to the mosque. Berikut101 ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri tahun 2020 Masehi dan 1441 Hijriah: 1. "Harta yang paling bernilai adalah kesabaran. Rekan yang paling setia adalah amal. Ibadah yang paling indah adalah keikhlasan. Identitas tertinggi adalah iman. Pekerjaan paling berat adalah memaafkan. Mohon maaf lahir batin, Selamat Hari Raya Idul Fitri." 2. 8a0Q. Cerpen Tentang Hari Raya Idul Fitri – Pigura Buku Pintar Aktivitas Anak Shaleh, Hari Raya Idul Fitri 31 Ebook Anak Sejarah penyembelihan hewan kurban setiap Iduladha Jual Buku Anak Cerita Anak Pengetahuan Semarak Idhul Adha di 5 Benua - 20 Negara Shopee Indonesia Cerita Hari Raya Idul Fitri – Belajar Dian Restu Agustina Cerita pendek ebook seri belajar islam sejak usia dini Ayo Kita Shalat, Di Hari Raya Idul Adha, Ayah Menyembelih Hewan Qurban Ebook Anak Asal Mula Hari Raya Idul Fitri – Universitas Malahayati Pin on baca buku anak online Bu Darwanti tinggal di Jakarta. Saat hariraya Idul Fitri beliau hendak bersilaturahmike rumah orang - Sejarah Hari Raya Idul Fitri Pengertian, Ibadah, Tradisi Buku Anak Kisah Hari Besar Umat Islam Baru Segel Shopee Indonesia Diskominfo Jabar در توییتر “SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1441 H. Jadikan Idul Adha sebagai momentum untuk belajar ikhlas, seperti kisah keikhlasan Ibrahim di kala menerima kehendak Allah SWT, untuk mengorbankan anaknya SEJARAH HARI RAYA QURBAN für Android - APK herunterladen DJPL Kemenhub 151 ar Twitter “Keputusan untuk TidakMudik dan DiRumahAja saat ini memang tidak mudah. Terutama di bulan suci Ramadhan serta menyambut Hari Raya Idul Fitri 1441H. Sederet cerita, luapan perasaan, rasa Cerita Idul Adha PDF Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H/2020 M Halaman 1 - Cerpen Tentang Hari Raya Idul Fitri – Pigura Pengalaman Lebaran PDF Kesimpulan Hari Raya Idul Fitri Research Papers - Contoh Karangan dan Cerita Tentang Pengalaman di Hari Raya Idul Adha 1442 H - Guru Penyemangat Pendidikan Sejarah - USD - Hari Raya Idul Fitri Cerpen Tentang Hari Raya Idul Fitri – Pigura Cerita Pendek Tentang Idul Adha 1442 H Tahun 2021 di Tengah Pandemi Corona - Guru Penyemangat MoFA Indonesia on Twitter “SahabatKemlu berikut beberapa cerita mengenai IdulFitri dan hidangan khas yang biasanya tersaji di berbagai negara. Bagaimana dengan SahabatKemlu? Yuk berbagi cerita IdulFitri di tempatmu!… 22 Mei 2020, Pemerintah Cabut Sebagai Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri - Cerita Kita Untuk Kebenaran - Sejarah Penyembelihan Hewan Qurban - RUMAH HARAPAN Cerpen Tentang Hari Raya Idul Fitri – Pigura Sunnah Idul Fitri Dan Idul Adha - Nusagates Jual Buku SERI HARI RAYA ISLAM IDUL ADHA PERTAMAKU oleh Tim Divaro - Gramedia Digital Indonesia Tahukah Kamu Sejarah Dibalik Hari Raya… - Hasana Aldibumin Facebook Sejarah Idul Adha Hari Raya Qurban Nabi Ibrahim Dan Nabi Ismail PDF Cerita Idulfitri di Tengah Pandemi dari Para Tenaga Medis ceritakan pengalaman ananda menjelang perayaan idul fitri??pliss jawab​ - Contoh Cerita Pendek Tentang Idul Adha, Cerita Pengalaman Idul Adha, Rangkuman Tentang Idul Adha - Portal Purwokerto Cerita Singkat Hari Raya Idul Fitri – BERPROSES Idul Fitri Pengalaman hari raya di tengah pandemi Covid-19 - tidak terasa seperti Lebaran’ dan ada yang hilang’ - BBC News Indonesia Belajar dari kisah Nabi Ibrahim as, Mahasiswi UNIDA Gontor Memperingati Hari Raya Idul Adha 1441 H Cerpen Idul Adha – Pigura Artikel Sejarah SIngkat Hikmah Makna Hari Raya idul Adha Bagi Umat Islam Cerita Pendek, Bahasa Arab, Retoris Mode gambar png Idul Adha Cerita Motivasi Kisah Rasulullah SAW dan Anak Yatim di Hari Raya Idul Fitri - Ramadan Ep. 37 - Selamat Hari Raya Idul Fitri by CERITA PEMBELAJAR Pengembangan Diri & Produktivitas • A podcast on Anchor LEBARAN 2021 SEJARAH PERAYAAN HARI RAYA LEBARAN IDUL FITRI - Kurikulum Pelajaran Sejarah Hari Raya Idul Adha dan Awal Mula Kurban dalam Islam Sejarah Awal Mula Terjadinya Hari Raya Idul Adha Part 5 - Berita Viral Hari Ini, Lowongan Kerja Hari Ini Contoh Karangan Singkat Liburan Lebaran Hari Raya Idul Fitri Sejarah Perayaan Idul Fitri dari Zaman Nabi Hingga Kini - Universitas Pakuan Cerita Mahasiswi Indonesia yang Rayakan Lebaran di Jerman Tahun Ini Jauh Lebih Sepi dari Biasanya - Mobile Contoh Karangan dan Cerita Tentang Pengalaman di Hari Raya Idul Adha 1442 H - Guru Penyemangat Kisah Anak Angkat Rasulullah di Hari Raya Idul Fitri 20 Ucapan Idul Fitri Gaya Milenial di Tengah Pandemi Covid-19, Yuk Cek! – 30 Ucapan Idul Fitri untuk Keluarga, Teman, Kolega, Pacar, Hingga Mantan + Gambar Cerita Akhir Pekan Rayakan Iduladha dengan Minim Sampah - Lifestyle Link Twibbon Ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 2021, Beserta Kisah Singkat Hari Raya Kurban - Mobile Cerita Lebaran WNI di Utrecht Saat Pandemi Rekomendasi Kegiatan saat Lebaran di Rumah Aja’ Sejarah Singkat Idul Adha Sekaligus Tata Cara Sholatnya Pengumuman Libur Lebaran Dalam Bahasa Inggris - Gambar Islami Karangan Singkat Tentang Idul Adha Liburan Sekolah - Penulis Cilik Jual Buku Buku Cerita Anak Semarak Idul Fitri - Buku Anak Islam - Jakarta Barat - QoriMansur Tokopedia Cerpen Tentang Hari Raya Idul Fitri – Pigura KISAH NABI IBRAHIM HARI RAYA IDUL ADHA - YouTube Contoh Cerita Pengalaman Liburan Lebaran Tahun 2021 – Osnipa Contoh Karangan Bahasa Arab Tentang Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha dan Artinya - Ilmu Akademika Hari Raya Idul Fitri 2021 Indonesia di Masa Pandemi, Semua Serba Prokes SEJARAH HARI RAYA QURBAN for Android - APK Download Buatlah Rangkuman Tentang Hari Raya Idul Adha!! ​ - Contoh Karangan dan Cerita Tentang Pengalaman di Hari Raya Idul Adha 1442 H - Guru Penyemangat Cerita Warga Surabaya Menyambut Lebaran di Tengah Corona COVID-19 - Surabaya Redaksi LA on Twitter “Momen Idul Adha sendiri selalu punya cerita di setiap tahunnya. Kejadian menarik hingga menyedihkan juga mewarnai pelaksanaan kurban di Hari Raya Idul Adha tahun ini. Yuk disimak!… Pengertian dan Sejarah Hari Raya Idul Fitri Risalah Islam Kisah Hari Raya Idul Adha, Lengkap dengan Panduan Pelaksanaannya Selama Pandemi Covid-19 - Mobile Selamat Hari Raya Idul Fitri 1… - Cerita dunia Islami Facebook Kisah Haru Putri, Anak Yatim Piatu di Hari Raya Idul Fitri Okezone Lifestyle Saya mau minta jawaban tentang tujuan perayaan, sejarah singkat tentang perayaan, dan cara - Dompet Dhuafa Twitterren “4. Singkat cerita, Nabi Ibrahim yang sudah ikhlas ingin menyembelih anaknya karena perintah Allah akhirnya Allah ganti dengan seekor kambing JanganTakutBerkurban… cerita kegiatan yang dilakukan saat hari raya idul fitri Archives ⋆ Gambar Komik Tentang Idul Fitri Komicbox Lebaran Tanpa Mudik di Awal Republik - Historia Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail Secara Singkat, Sejarah Awal Idul Adha atau Idul Kurban - Kisah Keluarga Putri Rasulullah SAW Yang Memakan Gandum Basi Di Hari Raya Idul Fitri - Sinar5News Sejarah Idul Fitri dan Ucapan Selamat Idul Fitri yang Benar! Baca Agar Tidak Salah Kaprah! - Jurnal Online UIN Raden Fatah Palembang Khutbah Bhs Jawa Download Khutbah Idul Adha Bahasa Jawa PDF Hari Raya dan Sejarah Awal Munculnya - ASSCHOL MEDIA Sejarah Halalbihalal Lebaran Tradisi Hari Raya Idul Fitri di RI Cerita singkat tentang peringatan Idul Adha - YouTube Selamat Hari Raya Idul Fitri, Ini 20 Ucapan Lebaran 2020 Halaman all - Cerita Lucu Menjelang Hari Raya Idul Adha for Android - APK Download Sejarah Halal Bihalal, Kapan Pertama Kali Dilakukan? Republika Online Cerita Lucu Menjelang Hari Raya Idul Adha APK - Download APK latest version SEJARAH IDUL FITRI - SEJARAH HARI RAYA ISLAM - CGKATA Kumpulan Ucapan Selamat Idul Fitri, Cocok untuk WA Story dan Insta Story √Cara Memperkenalkan Iduladha kepada Anak - Cerita Mamah SEJARAH SINGKAT IDUL ADHA YANG LUAR BIASA - Sentra Masjid Idul Adha 2021 Sejarah Peringatan Hari Raya Idul Adha Qurban Semangat News Informasi Gudang Karya Asrama Mahasiswa UTM – ASRAMA TRUNOJOYO Sobat Guru Penyemangat. Selamat Menyambut Waktu Raya Idul Fitri, ya. Betewe, Sobat mutakadim kronologi-jalan dan ke mana saja nih plong momentum cuti Idul Fitri? Apakah ke kebun fauna, taman bunga, alias malah santai belaka di kondominium? Nah, jadi bisa teko Sobat menuliskan kisahan pendek mengenai liburan selama Idul Fitri periode ini. Berikut sajikan sempurna cerita libur Waktu Raya Idul Fitri yang ki menenangkan amarah cak bagi anak SD. Cerita Liburan Hari Raya Idul Fitri ke Rumah Nini Assalamu’alaikum. Hai teman-teman. Perkenalkan nama saya “Guru Penyemangat”. Pada kesempatan yang beruntung ini saya akan menceritakan pengalaman saya tentang perlop sekolah plong pejaka Periode Raya Idul Fitri. Lega awalnya, saya bersama batih melaksanakan Shalat Idul Fitri berjamaah di surau dekat rumah. Sesudah itu kami mengikuti kegiatan halal bihalal di bandarsah, serta singgah ke bilang rumah tetangga khususnya di intim wadah terlampau kami. Barulah jelang siang waktu, saya bersama tanggungan dan kakak bergegas pergi perlop ke rumah nenek. Sejatinya jarak tempuh ke kondominium nini tidak terlalu jauh, adalah sekitar 30 KM yang mana dapat ditempuh dalam waktu 45 menit – 1 jam pelawatan. Cuma karena suasananya semenjana Tahun Raya Idul Fitri, maka jalan bentar cukup dipadati maka dari itu umat Islam yang hijau belaka pulang berpunca langgar maupun mereka yang hijau hendak bepergian bakal bersilaturahmi. Saya bersama keluarga berangkat menggunakan sepeda motor. Kami berangkat pukul WIB berempat. Saya berbonceng dengan kakak, sedangkan ayah bersama ibu mengendarai suatu motor. Sebelum tiba, kami terlebih adv amat menyiapkan makan siang, cemilan, oleh-oleh, sampai baju silih. Ya, rencananya selain berkunjung ke rumah nenek, kami akan liburan di sana selama sejumlah hari. Setelah melakukan perjalanan dengan pit motor selama hampir satu jam, alhasil kami menginjak di kondominium nenek. Tahu-tahu kami memarkirkan roda induk bala, nenek mutakadim bersiap di depan ki lakukan menyapa. Sontak saja saya bersama keluarga serempak bersalaman dan mengucapkan harap maaf lahir dan batin. Penjelajahan sejauh satu jam di atas vespa memang terasa cukup melelahkan. Namun kami beruntung karena nenek sudah menyiapkan minuman berupa jus sitrus dingin. Saya pun bercerita banyak kepada nenek, terutama aktivitas kami selama bulan puasa Ramadan. Namun setelah Zuhur saya dan teteh simultan tidur siang karena merasa kelelahan. Menjelang burit, ayah dan ibu pun minta diri pulang ke rumah karena suka-suka kegiatan silaturahmi dan pekerjaan yang lain bisa ditinggal. Sedangkan aku dan mbak menginap di rumah nenek. Selama di kondominium nenek, saya pun diajak berlibur di sekitaran desa. Saya bersama kakak diajak nenek bagi mencari belut di sawah, memancing ikan di pinggir wai, setakat menunggu durian runtuh di kebun kepunyaan nenek. Liburan Idul Fitri tahun ini sungguh seru dan berkesan sekali untuk saya. Kesan nan paling seru dan banyol menurut saya ialah ketika kami duduk di dangau, kemudian ada bunyi durian jatuh. Setelah kami datangi dan cari-cari, ternyata bukan durian yang kami bisa melainkan biji kemaluan kelapa yang mutakadim kering. Meski begitu, beberapa masa kemudian kami loyal mendapatkan biji pelir durian matang nan amat ranum dan mak-nyus. Begitulah kisah saya selama liburan sekolah sreg pejaka Tahun Raya Idul Fitri waktu ini. Liburan ke flat nenek dan mengunjungi alam sekitar adalah salah suatu pilihan vakansi yang murah, menyehatkan, dan pula berkesan. Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh. * Takdirnya cermin narasi perlop Hari Raya Idul Fitri di atas agak mirip dengan kisah Sobat Master Penyemangat, silakan ganti merek, dan tuliskan sasaran di mana tempat lalu keluarga maupun nama ajang nan menjadi sortiran kelepasan. Bisa Baca Contoh Cerpen Tentang Liburan di Rumah Saja Cerita Liburan Idul Fitri Bersama Keluarga ke Taman Bunga Vakansi Idul Fitri tahun ini pas tinggi, dan alhamdulillah endemi mutakadim relatif menghilang dari Indonesia. Dengan demikian, kegiatan-kegiatan yang mengikutsertakan keramaian pun mendatangi tidak dibatasi lagi. Saya bersama keluarga pula bersyukur karena meskipun ldulfitri tahun ini bukan mudik, kami tetap dapat liburan ke destinasi pariwisata di wilayah sendiri. Sreg hari pertama sampai ketiga Idul Fitri, saya bersama keluarga belum melakukan kelepasan. Kami masih sibuk bersilaturahmi ke apartemen tetangga, teman-kebalikan, guru, serta sanak-saudara nan enggak bersisa jauh dari rumah. Nah, memasuki Musim Raya Idul Fitri yang keempat, saya lagi diajak oleh ayah dan ibu untuk mengunjungi ujana bunga. Sesudah mengaksesnya lewat instagram, ternyata taman rente tersebut cukup lengkap dan mempunyai spot foto yang bagus. Apalagi, selain spot foto ada pula kebun jeruk dan tipar stroberi mini di mana pengunjungnya boleh memetik, berfoto, dan membawa pulang panenannya koteng. Karena merasa terpesona, kami pun berangkat menghadap taman anak uang tersebut. Jaraknya dari rumah enggak terlalu jauh, yaitu sekitar 15 KM. Dengan demikian, jarak tempuhnya ialah sekitar 25-30 menit. Kami berangkat pukul WIB dan tiba di sana pukul WIB. Sengaja ayah saya memintal waktu sore karena cuaca siang hari sangatlah terik. Sesampainya di taman anak uang, kami langsung membeli karcis. Tidak lupa mbuk saya membelikan kami beberapa vas minuman segar. Memasuki yojana anak uang, saya lihat banyak sekali petandang yang datang. Di sana terhidang beraneka ragam keberagaman rente baik yang sedang mekar maupun ladang dengan biji kemaluan stroberi nan abang. Beragam jenis bunga ditanam dengan rapi di atas bedengan, dan akses jalannya pun berupa batako yang sudah lalu diwarnai. Dengan demikian, kami tidak diperbolehkan untuk memijak, atau justru menusuk anak uang hantam kromo. Adapun tiket cak bagi masuk ke yojana bunga ini cukup murah, adalah Sedangkan untuk meradak stroberi, kami harus membayar Cak agar terdengar duga mahal, namun dengan uang kami dapat ranggah stroberi hingga maksimal 2 kg sekaligus membawanya pulang secara percuma. Saya pun didampingi dengan kakak untuk balung stroberi. Karena kebetulan kami mengapalkan pot air mineral, sembari memetik stroberi saya kembali mencicipinya serempak di kebun tersebut. Rasanya manis dan sedikit asam. Setelah memetik stroberi, kami pun mengamalkan sesi foto di beberapa spot menyentak di yojana bunga, dan selingkung pemukul WIB, kami pula segera pulang ke flat.* *** Demikianlah tadi sajian ringkas Temperatur Penggelora tentang lengkap cerita sumir tentang liburan sejauh Hari Raya Idul Fitri yang seru dan meredakan. Semoga Lanjut Baca Contoh Cerita Pengalaman Liburan ke Medan Wisata yang Berkesan Cerpen Ahmad Zaini Ramadhan telah berada di ujung bulan. Sinar matahari di bulan suci tinggal sejengkal lenyap di rerimbunan perdu. Rohana dibantu ketiga anaknya menata berbagai menu berbuka di ruang makan. Mereka menanti detik-detik terakhir berbuka puasa. Ketika beduk magrib bertalu-talu dari masjid, Rohana memimpin anak-anaknya berdoa lalu mengawali buka puasanya dengan makanan yang manis. Azan berkumandang di sela kegiatan berbuka. Mereka menjawabi setiap lafal azan dengan pelafalan yang tak sempurna. Rohana dan anak-anaknya tak ada niat mengacaukan atau mempermainkan ucapan tiap huruf dalam lafal azan. Akan tetapi, menu buka puasa yang memenuhi mulut merekalah yang memaksanya demikian itu. "Cukup anak-anak kita memakan takjil. Waktu maghrib sangat pendek. Mari kita shalat berjamaah dulu!" Rohana mengajak anak-anaknya. Ketiga anaknya tak ada yang menawar waktu. Mereka bergegas mengambil air wudlu lalu menunggu ibu terkasihnya di ruang shalat. Usai shalat mereka duduk berzikir melantunkan bacaan istighfar, tasbih, tahmid, dan takbir. Mereka melantunkannya secara bersamaan hingga gema suara memenuhi seluruh ruang rumah. Sungguh lafal-lafal itu mampu melunakkan kerasnya hati karena nafsu dan keangkaramurkaan. Rohana masih duduk khusuk dengan balutan mukena. Dia merogoh sukmanya sambil mengurai segala khilaf dan dosa yang pernah dia lakukan selama ini. Untaian istighfar yang terucap dari bibirnya membuka lembaran kelam hidupnya. Catatan dosa dalam memori tergambarkan secara sirri dalam benaknya. Rohana menegaskan diri bertobat kepada Allah atas dosa-dosanya. Dia memohon kepada Allah agar mengampuni dosa-dosa yang meluber bersama air mata pertobatannya. Ada yang tak sempurna pada malam lebaran kali ini. Rohana tidak lagi bersama suaminya dalam menyelami malam lebaran tahun ini. Dia mengusir Abdul Aziz, suaminya, dari rumah yang telah dibangun dengan susah payah lantaran fitnah tetangga pada pertengahan puasa. Aziz menjadi korban fitnah perselingkuhan dengan seorang janda sehingga Rohana mengusirnya meskipun tanpa bukti. Rohana cemburu buta. Dia ceroboh dengan memercayai laporan tetangganya begitu saja. Ribuan kata fitnah meluncur dari mulut tetangganya. Kata-kata itu membentuk pedang kebencian yang dihunus Rohana untuk menyerang Abdul Aziz. "Apa maksud semua ini?" tanya Abdul Aziz setelah melihat sikap Rohana. Rohana membuang sepiring nasi di depan Abdul Aziz. Piring tersebut hampir saja mengenai kepala anak keduanya. Untung Ratih sangat sigap menghindari piring terbang itu. Serpihan piring berserak mengurai mahligai rumah tangga yang telah mereka bina selama ini. Nasi dan lauknya berceceran memenuhi lantai putih seputih cinta Abdul Aziz kepada Rohana. Namun, putihnya cintanya telah tertutup oleh noda-noda fitnah yang telah menggelapkan mata hati Rohana. "Aku tak menyangka kau tega menikam saya dari belakang. Di depanku kau tampak seperti suami yang jujur dan sok romantis. Akan tetapi, di belakang kau bermain cinta dengan Maryamah. Sekarang kau pilih. Aku dan anak-anak yang keluar dari rumah ini atau kamu yang minggat ke rumah orang tuamu?" Kata Rohana dengan wajah angkara murka. "Dik Rohana, aku tidak paham dengan semua tuduhanmu. Bermain cinta dengan Maryamah siapa?" "Berlagak bodoh, ya? Maryamah, wanita TKW yang baru datang dari Timur Tengah, anak Pak Subhan temanmu pengurus masjid. Wanita janda, bahenol yang telah menggelapkan matamu sehingga kau tega melupakanku dan anak-anak." "Astaghfirullahalazim. Atas dasar apa kau menuduhku seperti itu? Aku tak pernah melakukan perbuatan seperti yang kau tuduhkan kepadaku. Bahkan, aku baru kenal Maryamah setelah Pak Subhan menceritakan anaknya itu yang baru pulang dari Suriah. Anaknya bisa pulang dengan selamat dari negara yang bergejolak tersebut." "Atas dasar itu kan kamu pura-pura bersimpati dan sering mengunjungi Maryamah di rumahnya?" "Rohana! Kau sudah termakan fitnah!" bentak Abdul Aziz. "Fitnah!? Ini bukan fitnah. Ini fakta. Semua tetangga tahu bahwa kamu semenjak Maryamah di rumah, kau sering ke situ." "Rupanya kau lebih percaya pada omongan tetangga daripada mendengar penjelasanku. Aku ke rumah itu karena aku menemui Pak Subhan. Kami membicarakan persiapan pelaksanaan takbir keliling dan salat Id di masjid. Kami berunding tentang khotib salat Id. Bukan bicara tentang Maryamah." "Aku tidak percaya dengan semua alasanmu. Sekarang juga kamu pergi dari rumah ini atau kami yang akan pergi? Sekarang juga," desak Rohana. Abdul Aziz dengan muka sedih karena tuduhan palsu istrinya bangkit dari balik meja makan. Dia masuk ke kamar untuk mengemasi pakaian lalu meninggalkan istri dan ketiga anaknya yang berderai air mata sembari memainkan menu berbuka puasa. Ketiga anaknya berdiri lalu berhamburan menuju kamar masing-masing. Selang tiga hari Pak Subhan datang ke rumah Rohana. Dia mengantarkan konsep acara takbir keliling serta rencana shalat Id yang telah dirembugkan bersama Abdul Aziz di rumahnya. Rohana sendiri yang menerima konsep dua acara yang terjilid rapi dari Pak Subhan. "Memang Pak Abdul Aziz di mana, Bu Rohana? Tiga hari ini saya tidak melihatnya sama sekali. Padahal, ada beberapa hal yang sangat penting untuk dibahas bersama panitia yang lain?" "Memangnya suami saya menjabat apa dalam acara ini?" tanya Rohana penasaran. "Pak Abdul Aziz sebagai ketua dan saya sebagai sekretarisnya. Kami berdua hari-hari ini sering mendiskusikan kedua acara tersebut di rumahku agar acara bisa berjalan dengan baik dan lancar." Pak Subhan menjelaskannya kepada Rohana. "O, begitu! Maaf, tiga hari ini Pak Subhan ada kepentingan di rumahnya Banyuwangi. Mungkin besok sudah pulang," kata Rohana. Pak Subhan manggut-manggut. Dia pun pamit meninggalkan istri Abdul Aziz. Rasa sesal mulai tumbuh dalam diri Rohana. Dia menyesali tindakannya yang telah menuduh suaminya bermain api dengan Maryamah. Dia termakan fitnah tetangganya yang iri hati pada keharmonisan rumah tangganya. Hati Rohana yang paling dalam sebenarnya tak percaya dengan fitnah itu, namun karena cintanya selama ini pada Abdul Aziz sehingga dengan mudah dia mudah terbakar gosip miring sampai-sampai cemburu buta. "Bu, kenapa menangis?" tanya Laili, si anak bungsu. "Ah, tidak. Ibu tidak menangis," jawabnya sambil mengusap air matanya. "Malam lebaran ini terasa tidak sempurna tanpa kehadiran ayah," sambung Laili. "Benar," kata singkat Rohana sambil mendekap Laili. "Besok pagi ayah harus berkumpul lagi dengan kita." Rohana terhenyak mendengar ucapan Laili. Dia menatap wajah anaknya yang masih duduk di bangku SMP ini dalam-dalam. Hati Rohana menangis karena terharu atas kerinduan anaknya pada sosok ayahnya. Rohana tertunduk di hadapan anaknya. Dia merasa malu karena telah mengusir suaminya tanpa alasan yang jelas. Dia ingin memutar waktu sehingga dia mencabut kata-katanya yang terakhir pada suaminya. Laili menemui Ratih dan kakak tertuanya Fatimah. Laili menyampaikan niatnya kepada kedua saudaranya. Dia bercerita tentang ibunya yang selalu menangis dan berlinang air mata penyesalan. "Benarkah itu? Kalau begitu saat ini pula kita telepon ayah agar besok pagi-pagi keluarga kita menjadi lengkap lagi," kata Amran. Fatimah segera mengambil handphone. Dia menghubungi ayahnya yang telah berpisah dengannya selama dua minggu. Dia meminta kepada ayahnya agar segera kembali ke rumah yang telah ditempatinya selama ini. Ayahnya setuju dan menerima permintaan anak-anaknya. Malam semakin larut. Suara takbir menggema di seluruh alam raya. Kalimat-kalimat thayyibah yang mengagungkan Allah tiada henti merambati waktu semalam suntuk. Pada penghujung malam saat fajar mulai tampak, di pintu depan rumah Rohana terdengar suara ketukan. Fatimah, Ratih, dan Laili bergegas bangkit dari tidurnya. Mereka berhamburan menuju pintu depan. Daun pintu kayu jati mereka buka perlahan. Ternyata sosok ayah yang mereka rindukan telah berdiri di depannya. Mereka saling berangkulan dan hanyut dalam dekap kerinduan. Ratih dan Laili menjemput ibunya yang akan menunaikan shalat shubuh. Mereka memberi kejutan pada ibunya yang semalam suntuk melantunkan takbir di ruang salat rumahnya. Dia dipertemukan suaminya oleh anak-anaknya. Rohana bersimpuh dengan isak tangis penyesalan. Dia meminta maaf kerena telah mengusirnya atas dasar hasutan tetangganya. Di hari yang suci keluarga yang sempat berantakan kini menyatu lagi. Bunga-bunga permaafan memenuhi ruang hati mereka. Senyum kebahagiaan mengembang dari penghuni rumah di hari kemenangan yang penuh makna. Mereka berkumpul lagi merayakan hari raya lebaran dengan kesempurnaan. Wanar, Maret 2022 Ahmad Zaini, guru di SMKN 1 Lamongan dan Ketua PC Lesbumi NU Babat. Beberapa puisi dan cerpen sering dimuat di berbagai media cetak dan online serta telah menerbitkan beberapa buku kumpulan puisi dan cerpen. Buku kumcer Lorong Kenangan dinobatkan sebagai pemenang dalam GTK Creative Camp GCC 2021 oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Saat ini dia berdomisili di Wanar, Pucuk, Lamongan.